wrapper

Jumat, 23 Agustus 2019

Bersama BNN dan Satgas Yonif Linud 431, Mahasiswa KKN STAIN Al-Fatah dan IAIN Jember Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Kelompok KKN Mahasiswa STAIN Al-Fatah dan IAIN Jember mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba sebagai wujud Kepedulian kepada masyarakat dan pelajar agar terhindar dari bahaya narkoba. Sosialisasi tersebut diadakan di wilayah Kampung Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (2/4).

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Kampung Wonorejo Matheus, Kasi Pencegahan BNNP Papua Kasman, S.Pd, M.Pd, wakil Komandan Satgas Yonif Linud 431 Mayor M. Amin, Kepala SMP Negeri 5 Arso, Kepala SDN Impres Arso, sejumlah warga masyarakat, pelajar SD dan SMP serta para peserta KKN STAIN Al-Fatah dan IAIN Jember di Kampung Wonorejo.

Koordinator KKN Kampung Wonorejo, Andik menuturkan, kegiatan penyuluhan ini sebagai langkah partisipasi mahasiswa untuk berperan aktif melawan bahaya penyalahgunaan narkoba. Salah satunya yakni dengan bersama-sama BNN dan TNI memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat dan pelajar khususnya didaerah perbatasan RI-PNG agar menjauhi obat-obat terlarang dan lainnya yang termasuk narkoba.

Senada dengan yang disampaikan Andik, Kasi Pencegahan BNNP Papua Kasman, S.Pd, M.Pd mengatakan wilayah perbatasan RI-PNG merupakan daerah yang sangat rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Wilayah Papua memiliki 6 daerah yang berbatasan langsung dengan negara PNG dan Keerom salah satunya", terang Kasman.

Sementara itu, Menurut Wakil Komandan Satgas Pamtas Yonif Linud 431/SSP Kostrad Mayor Inf M. Amin generasi muda di perbatasan perlu diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya narkoba, miras, serta HIV/AIDS

"Tujuannya jelas, agar siswa-siswi mempunyai pemahaman yang benar, sehingga tidak sampai terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba, miras bahkan HIV/AIDS, serta memiliki masa depan yang cerah sebagai generasi-generasi penerus bangsa”, ungkap Mayor Inf M. Amin.

Kepala Kampung Wonorejo Matheus menyambut baik dengan adanya penyuluhan bahaya narkoba yang digagas oleh mahasiswa STAIN Al-Fatah dan IAIN Jember khususnya peserta KKN di kampungnya karena penyalahgunaan narkoba merupakan induk dari kejahatan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena narkoba itu sangat merusak masa depan generasi muda", tambah Matheus.

Baca selengkapnya...

BNN Gandeng Dishub dalam Upaya P4GN

Jayapura, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jayapura bekerjasama untuk pemberdayaan penggiat anti narkoba di instansi pemerintah, sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua memerangi masalah narkoba di masyarakat.

Kepala BNNP Papua Drs. Jackson Lapalonga,M.Si didampingi Kasubdit II Direktorat Narkoba Polda Papua AKBP Angkling Guntoro, SIK dan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Jayapura Sefnath Kambuaya,S.Sos,M.Si, ketika membuka Seminar Pemberdayaan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah di Hotel Galaxy,Waena,Kota Jayapura,Rabu (20/4).

Seminar yang mengusung Tema pentingnya pemetaan dan sasaran wilayah dalam menciptakan lingkungan bersih dan bebas dari narkoba dihadiri sekitar 50 Staf Dinas Perhubungan Kota Jayapura.

Menurut Lapalonga, BNNP memprioritaskan instansi-instansi untuk Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), salah satu instansi yang diberdayakan BNNP Papua adalah Dishub Kota Jayapura.

Dikatakan, Dishub punya informasi yang kuat terkait berbagai macam kantong akses penyalahgunaan narkoba, baik keluar masuk maupun transportasi yang digunakan oleh jaringan pengedar narkoba. Apalagi Kota Jayapura berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).

“Jika sekarang dibilang masih ada tempat yang steril dari penggunaan narkoba silahkan dicari dimana yang masih steril. Tapi saya kira sudah tak ada tempat yang steril narkoba di Kota Jayapura,” katanya.

Menurutnya, Mendagri Tjahjo Kumolo bahkan telah mengeluarkan instruksi agar semua WNI wajib melakukan tes urine, sebagai upaya dini pemberantasan narkoba.

Sementara itu,Angkling Guntoro mengatakan, pihaknya minta masyarakat membantu aparat dalam memberikan informasi didalam pengungkapan dan penyidikan tindak pidana di bidang narkotika.

Dikatakannya, pihaknya menekankan pentingnya menciptakan situasi keamanan, termasuk didalamnya penertiban narkoba yang juga berdampak pada pembangunan nasional,khususnya penyiapan SDM di Papua yang bebas dari narkoba.

“Jika narkoba masih merajalela,cukup mengganggu pengembangan SDM di Papua,” katanya.

Senada dengan itu, Staf Dinas Perhubungan Kota Jayapura Tony Mansoben dan Bona Situmorang mengutarakan, pihaknya mendukung keputusan Mendagri, bahwa semua WNI wajib tes urine sebagai upaya dini untuk memberantas narkoba.

“Tes urine adalah suatu bukti tanggungjawab seluruh warga masyarakat hingga rumah tangga, RT/RW, untuk bersama menangani masalah narkoba yang sangat berkembang di negara kita dan khususnya Kota Jayapura,” tuturnya Mansoben.

“Pemerintah, Lembaga swasta maupun warga masyarakat wajib melakukan tes urine. Jika memang ada mengandung narkoba akan ada tahapan berikutnya seperti rehabilitasi nggak langsung ditangkap,” ujar Situmorang.

Baca selengkapnya...

BNN Petakan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah


Jayapura, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua memprioritaskan pemetaan sasaran di wilayah rawan narkoba. Prioritas ini bertujuan menciptakan lingkungan

bersih dan bebas narkoba di wilayah Papua.

“Pemetaan sasaran di wilayah narkoba di Papua yang harus dimulai dari rumah tangga,RT/RW hingga Kabupaten/Kota,Provinsi bahkan perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG),”

kata Kepala BNNP Papua Drs. Jackson Lapalonga,M.Si didampingi Staf Direktorat Narkoba Polda Papua AKBP Angkling Guntoro dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan

Masyarakat BNNP Papua Eko.P.Tunyanan, pada pembukaan Lokakarya Pemberdayaan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah diikuti perwakilan SKPD di Lingkungan Pemkot

Jayapura di Aula Kantor TP PKK Kota Jayapura,Selasa(19/4).

Lapalonga mengatakan, jika seseorang ingin menjadi penggiat narkoba, berarti yang bersangkutan harus bersih dan cara membuktikannya harus pemeriksaan urine.

“Jadi ini harapan kita kedepan mudah-mudahan bapak dan ibu juga mulai menyuarakan di SKPD dan lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Angkling Guntoro menambahkan, sejauh ini, institusi Polri terlibat langsung dalam pemberantasan narkoba, meski jumlah personil yang diturunkan terbatas.

Karena itu, tambahnya, Polri berupaya mensosialisasikan pemberantasan narkoba, terutama Polisi Masyarakat (Polmas) untuk mendukung tugas Polri mengawasi narkoba.

Eko P. Tunyanan menjelaskan, BNNP Papua telah menandatangani Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) anti narkoba bersama Dinas Pendidikan Kota Jayapura, bahwa tes urine adalah pemberantasan dini narkoba.

“Kami juga telah melakukan tes urine kepada sejumlah pihak termasuk lembaga eksekutif, legislatif, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Baca selengkapnya...

Alamat :

Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua

Jalan Diponegoro No. 63 Jayapura - Papua

Telp. 0967 - 537214

Fax. 0967 - 537215

Nomor Pengaduan : 0811 4898 000