wrapper

Sabtu, 22 September 2018

Bakesbangpol Kota Jayapura dan BNNP Papua Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Para Pelajar

Pada hari rabu (28/9/2016) bertempat di aula Dinas Perhubungan Provinsi Papua dilaksanakan Kegiatan Peningkatan Pemahaman Wawasan Kebangsaan dalam Melestarikan Nilai 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) Kerjasama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura, Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan BNN Provinsi Papua. Narasumber BNN Provinsi Papua yaitu Muhamad Akbar,S.KM menjelaskan generasi muda saat ini nantinya akan menjadi para pemimpin dalam 20 tahun ke depan apabila saat ini terjerumus ke dalam narkoba maka bagaimana nasib bangsa yang akan dipimpin nantinya.

Kegiatan tersebut dibuka Penjabat Walikota Jayapura yang diwakili Asisten II John Betaubun dan dihadiri 150 Siswa-i SMA & SMK di Kota Jayapura.

Baca selengkapnya...

BNN berikan sosialisasi pada kegiatan STIMIK 10 Nopember

JAYAPURA. Mahasiswa Kampus STIMIK 10 Nopember Jayapura Rabu 10 Agustus 2016 mengadakan kegiatan sosialisasi narkoba dan Program Pengenalan Kampus (P2K) STIMIK 10 Nopember kepada mahasiswa baru bertempat di Aula STIMIK 10 Nopember.

Menurut Panitia Pelaksana dalam kegiatan ini saudari Evi Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan Kampus STIMIK 10 Nopember Jayapura dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa betapa tidak ada manfaatnya mengkonsumsi Narkoba.

Narasumber BNN Provinsi Papua yang hadir memberikan materi, Muhamad Akbar, S.KM mengatakan apabila bahaya narkoba tidak dicegah sedini mungkin maka kedepannya indonesia akan menjadi bangsa 'kacung' atau akan terjajah lagi oleh bangsa lain karena narkoba salah satu akibatnya akan membuat penggunanya menjadi malas dan apatis terhadap lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang baik dari panitia maupun mahasiswa baru. Menurut Marcel Kogoya salah satu mahasiswa baru yang ikut kegiatan ini merasa senang dan apresiasi kepada BNN karena merasa pengetahuan dan wawasannya tentang bahaya narkoba telah bertambah sehingga dapat menghindari sejak dini.

Baca selengkapnya...

BNN berikan sosialisasi pada kegiatan STIMIK 10 Nopember

JAYAPURA. Mahasiswa Kampus STIMIK 10 Nopember Jayapura Rabu 10 Agustus 2016 mengadakan kegiatan sosialisasi narkoba dan Program Pengenalan Kampus (P2K) STIMIK 10 Nopember kepada mahasiswa baru bertempat di Aula STIMIK 10 Nopember.

Menurut Panitia Pelaksana dalam kegiatan ini saudari Evi Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan Kampus STIMIK 10 Nopember Jayapura dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa betapa tidak ada manfaatnya mengkonsumsi Narkoba.

Narasumber BNN Provinsi Papua yang hadir memberikan materi, Muhamad Akbar, S.KM mengatakan apabila bahaya narkoba tidak dicegah sedini mungkin maka kedepannya indonesia akan menjadi bangsa 'kacung' atau akan terjajah lagi oleh bangsa lain karena narkoba salah satu akibatnya akan membuat penggunanya menjadi malas dan apatis terhadap lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang baik dari panitia maupun mahasiswa baru. Menurut Marcel Kogoya salah satu mahasiswa baru yang ikut kegiatan ini merasa senang dan apresiasi kepada BNN karena merasa pengetahuan dan wawasannya tentang bahaya narkoba telah bertambah sehingga dapat menghindari sejak dini.

Baca selengkapnya...

BNN dan Dishub Kota Hasilkan Kesepakatan

JAYAPURA – Guna mengajak instansi pemerintah untuk turut serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan  penyalahgunaan Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, memberi bekal kepada para ASN melalui workshop.

Salah satunya adalah yang digelar di Hotel Galaxy Waena, Senin (6/6), pihak BNN Provinsi Papua mengundang Kepala Balai POM di Jayapura, Drs. H.G. Kakerissa, Apt, untuk membekali puluhan ASN di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Jayapura tentang upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Pembekalan tentang narkoba yang digelar dalam bentuk Workshop Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah, mengambil thema “Peran serta instansi pemerintah dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN)”.

Tentang workshop tersebut, menurut Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Provinsi Papua, Eko P Tunyanan, sebagai tindak lanjut dari program penggiat anti narkoba di instansi pemerintah.

“Kita menentukan di Dinas Perhubungan ini terkait dengan transportasi yang ada di wilayah Kota Jayapura. Wilayahnya kan berbatasan langsung dengan negara PNG ataupun berbatasan dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua usai workshop.

Menurutnya, keterlibatan ASM di lingkungan Dinas Perhubungan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba sangat penting, di tengah situasi di Indonesia yang telah dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo sudah berstatus darurat narkoba.

Karena, peredaran narkoba sering menggunakan jasa pengiriman, baik melalui transportasi laut, udara dan darat. Dalam hal ini ASN Perhubungan memiliki kewenangan untuk memeriksa barang yang dibawa oleh kendaraan pengangkut barang melalui manifest (daftar barang yang diangkut kendaraan).

“Jadi kita mengajak mereka untuk, bagaimana peran instansi pemerintah untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa data Tahun 2015, 1,21 persen (29.197 orang) dari jumlah penduduk usia produktif (10-59 tahun) di Papua terindikasi menyalahgunakan Narkoba. Dan pada umumnya adalah anak muda asli Papua.

“Tren ini meningkat terus dari tahun ke tahun. Karena kita mempunyai wilayah perbatasan yang cukup luas,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap sinergitas yang baik dapat terbanguan antara BNN dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta.

Drs. H.G. Kakerissa, Apt selaku pemateri workshop tersebut mengungkapkan bahwa Narkotika  di dunia medis adalah masuk kategori obat.

“Tidak semua narkotika dilarang digunakan, karena ada narkotika yang dalam bentuk obat yang boleh digunakan, tetapi dibawah pengawasan dokter,” jelasnya.

Sehingga banyak anak muda yang beralih menggunakan obat-obatan yang biasa diresepkan oleh dokter sebagai pengganti narkoba.

“Awal penyalahgunaan narkoba, lebih banyak antar teman, karena akan lebih mampu meyakinkan seorang anak. Berawal dari coba-coba dan kemudian mencari-carai yang cocok untuk tubuhnya, karena setiap orang mempunyai reaksi berbeda-beda terhadap narkoba,” ujarnya.

Karena itu, Kakerissa mewanti-wanti agar setiap orang tua dapat mengawasi anaknya dengan baik. Bila diketahui sering menyendiri di kamar dan didapati ada obat-obatan, perlu dicurigai dan segera bawa obat-obatan yang disimpan anaknya untuk diperiksa apakah ada kandungan narkotikanya.

“Bila bapak ibu mendapati ada obat-obatan di kamar anak-anaknya, sebaiknya langsung bawa ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Jayapura,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga tercapai kesepakatan antara BNN Papua dengan Dinas Perhubungan untuk bersinergi dalam berbagai iven di Dinas perhubungan Kota Jayapura. Seperti  pemeriksaan urin kepada sopir yang nantinya akan menjadi peserta pemilihan sopir teladan dalam rangka HUT Perhubungan pada Bulan September mendatang.(aj/aj)

 

Sumber : Harian Bintang Papua Edisi 8 Juni 2016

Baca selengkapnya...

Alamat :

Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua

Jalan Diponegoro No. 63 Jayapura - Papua

Telp. 0967 - 537214

Fax. 0967 - 537215

Nomor Pengaduan : 0811 4898 000