wrapper

Senin, 12 November 2018

BNN Petakan Penggiat Anti Narkoba di Wilayah Kotabaru

JAYAPURA – Kamis (1/9/2016) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua melaksanakan rapat kerja (raker) pemetaan penggiat anti narkoba di lingkungan masyarakat Kelurahan Kotabaru Distrik Abepura Kota Jayapura.

Bertempat di Aula Kantor Distrik Abepura, kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat kelurahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat kelurahan Kotabaru.

kegiatan ini bertujuan untuk mencari calon-calon penggiat anti narkoba yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungannya masing-masing.

Plt. Kabid Pencegahan dan pPemberdayaan Masyarakat BNNP Papua Kasman, S.Pd, M.Pd mengatakan rapat kerja ini merupakan langkah BNN untuk melibatkan masyarakat sebagai penggiat anti narkoba yang nantinya bisa bekerja sama dalam upaya P4GN.

”Narkoba adalah musuh kita bersama, dan sudah selayaknya kita bersama-sama memeranginya,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Plt. Kabid Pemberantasan BNNP Papua dan Kapolsek Abepura Kompol Arnolis Korowa, SH.

Kegiatan ini juga disambut hangat oleh warga masyarakat sekitar. Sabri, salah satu peserta sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyatakan pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN tetapi juga masyarakat.

“Semoga dengan kegiatan ini BNN dan masyarakat dapat lebih bersinergi lagi,” ungkapnya.

Baca selengkapnya...

BNN Gandeng Dishub dalam Upaya P4GN

Jayapura, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jayapura bekerjasama untuk pemberdayaan penggiat anti narkoba di instansi pemerintah, sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua memerangi masalah narkoba di masyarakat.

Kepala BNNP Papua Drs. Jackson Lapalonga,M.Si didampingi Kasubdit II Direktorat Narkoba Polda Papua AKBP Angkling Guntoro, SIK dan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Jayapura Sefnath Kambuaya,S.Sos,M.Si, ketika membuka Seminar Pemberdayaan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah di Hotel Galaxy,Waena,Kota Jayapura,Rabu (20/4).

Seminar yang mengusung Tema pentingnya pemetaan dan sasaran wilayah dalam menciptakan lingkungan bersih dan bebas dari narkoba dihadiri sekitar 50 Staf Dinas Perhubungan Kota Jayapura.

Menurut Lapalonga, BNNP memprioritaskan instansi-instansi untuk Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), salah satu instansi yang diberdayakan BNNP Papua adalah Dishub Kota Jayapura.

Dikatakan, Dishub punya informasi yang kuat terkait berbagai macam kantong akses penyalahgunaan narkoba, baik keluar masuk maupun transportasi yang digunakan oleh jaringan pengedar narkoba. Apalagi Kota Jayapura berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).

“Jika sekarang dibilang masih ada tempat yang steril dari penggunaan narkoba silahkan dicari dimana yang masih steril. Tapi saya kira sudah tak ada tempat yang steril narkoba di Kota Jayapura,” katanya.

Menurutnya, Mendagri Tjahjo Kumolo bahkan telah mengeluarkan instruksi agar semua WNI wajib melakukan tes urine, sebagai upaya dini pemberantasan narkoba.

Sementara itu,Angkling Guntoro mengatakan, pihaknya minta masyarakat membantu aparat dalam memberikan informasi didalam pengungkapan dan penyidikan tindak pidana di bidang narkotika.

Dikatakannya, pihaknya menekankan pentingnya menciptakan situasi keamanan, termasuk didalamnya penertiban narkoba yang juga berdampak pada pembangunan nasional,khususnya penyiapan SDM di Papua yang bebas dari narkoba.

“Jika narkoba masih merajalela,cukup mengganggu pengembangan SDM di Papua,” katanya.

Senada dengan itu, Staf Dinas Perhubungan Kota Jayapura Tony Mansoben dan Bona Situmorang mengutarakan, pihaknya mendukung keputusan Mendagri, bahwa semua WNI wajib tes urine sebagai upaya dini untuk memberantas narkoba.

“Tes urine adalah suatu bukti tanggungjawab seluruh warga masyarakat hingga rumah tangga, RT/RW, untuk bersama menangani masalah narkoba yang sangat berkembang di negara kita dan khususnya Kota Jayapura,” tuturnya Mansoben.

“Pemerintah, Lembaga swasta maupun warga masyarakat wajib melakukan tes urine. Jika memang ada mengandung narkoba akan ada tahapan berikutnya seperti rehabilitasi nggak langsung ditangkap,” ujar Situmorang.

Baca selengkapnya...

BNN Petakan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah


Jayapura, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua memprioritaskan pemetaan sasaran di wilayah rawan narkoba. Prioritas ini bertujuan menciptakan lingkungan

bersih dan bebas narkoba di wilayah Papua.

“Pemetaan sasaran di wilayah narkoba di Papua yang harus dimulai dari rumah tangga,RT/RW hingga Kabupaten/Kota,Provinsi bahkan perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG),”

kata Kepala BNNP Papua Drs. Jackson Lapalonga,M.Si didampingi Staf Direktorat Narkoba Polda Papua AKBP Angkling Guntoro dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan

Masyarakat BNNP Papua Eko.P.Tunyanan, pada pembukaan Lokakarya Pemberdayaan Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah diikuti perwakilan SKPD di Lingkungan Pemkot

Jayapura di Aula Kantor TP PKK Kota Jayapura,Selasa(19/4).

Lapalonga mengatakan, jika seseorang ingin menjadi penggiat narkoba, berarti yang bersangkutan harus bersih dan cara membuktikannya harus pemeriksaan urine.

“Jadi ini harapan kita kedepan mudah-mudahan bapak dan ibu juga mulai menyuarakan di SKPD dan lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Angkling Guntoro menambahkan, sejauh ini, institusi Polri terlibat langsung dalam pemberantasan narkoba, meski jumlah personil yang diturunkan terbatas.

Karena itu, tambahnya, Polri berupaya mensosialisasikan pemberantasan narkoba, terutama Polisi Masyarakat (Polmas) untuk mendukung tugas Polri mengawasi narkoba.

Eko P. Tunyanan menjelaskan, BNNP Papua telah menandatangani Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) anti narkoba bersama Dinas Pendidikan Kota Jayapura, bahwa tes urine adalah pemberantasan dini narkoba.

“Kami juga telah melakukan tes urine kepada sejumlah pihak termasuk lembaga eksekutif, legislatif, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Baca selengkapnya...

Hotel Grand View Kampanyekan Stop Narkoba

JAYAPURA - Meskipun masih terbilang baru, kehadiran Hotel Grand View tidak hanya semata-mata menjalankan bisnis namun juga peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut diimplementasikan dalam bentuk pemasangan standing banner dan sticker stop narkoba di area hotel.

Pemilik Hotel Grand View mengatakan bahwa pihaknya sangat setuju dan mendukung program-program pemerintah termasuk upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang tengah mengancam generasi penerus bangsa.

"Pemasangan standing banner dan sticker stop narkoba merupakan wujud dukungan kami membantu upya P4GN". katanya.

Kepala BNNP Papua Drs. Jackson Lapalonga, M.Si mengapresiasi aksi nyata instasi swasta dalam hal ini Hotel Grand View mengkampanyekan bahaya narkoba. Kepala BNNP Papua berharap aksi nyata ini dapat diikuti hotel-hotel lainnya.

Baca selengkapnya...

Alamat :

Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua

Jalan Diponegoro No. 63 Jayapura - Papua

Telp. 0967 - 537214

Fax. 0967 - 537215

Nomor Pengaduan : 0811 4898 000