wrapper

Senin, 12 November 2018
Saring berdasarkan tanggal: April 2017

Jayapura - Pemberitaan tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika tak pernah sepi terdengar. Berbagai upadaya dilakukan demi memerangi Narkoba yang semakin merajarela di seluruh penjuru negeri. Setiap lapisan masyarakat dan pemerintah  terus berupaya menghentikan laju penyebaran narkoba salah satunya melalui lembaga pendidikan. Demi mencapai hal tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan rapat konsolidasi kemandirian lembaga pendidikan bidang P4GN pada hari Jumat (31/3) di SMA Mandala Trikora Jayapura. Konsolidasi ini merupakan realisasi dari kelanjutan rapat kerja sebelumnya yang dihadiri oleh para kepala sekolah SMA/SMK (22/2) di Hotel Aston Jayapura.

Rapat konsolidasi yang dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Ketua Yayasan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura. Serta hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber yaitu Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Kasman, S.Pd, M.Pd.

Melalui rapat ini diharapkan dapat mendorong pimpinan lembaga pendidikan dan satuan pendidikan agar rencana aksi P4GN yang telah disusun dapat segera dilaksanakan. Selain itu, rapat ini juga dimaksudkan untuk membangun persamaan persepi, komunikasi dan kerjasama yang kuat di antara para kepala sekolah dan aparat terkait khususnya BNN terkait upaya P4GN, sehingga tercipta sinergitas dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di lembaga pendidikan.

 

Kamis, 6/4/2017 bertempat diruang pertemuan Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Papua, BNNP Papua melaksanakan Rapat Sinergitas dengan instansi pemerintah dengan jumlah peserta 20 orang yg terdiri dari Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif prov., Dinas pengelola lingkungan hidup prov. , dinas pemberdayaan masyarakat kampung prov., dinas tanaman pangan dan hortikultura prov.,  dan dinas peternakan provinsi papua dalam rapat  menghasilkan 14  rekomendasi antara lain:

- Sosialisasi narkoba ke SKPD/komponen masyarakat/lembaga pendidikan secara rutin

- Koordinasi dg balai diklat agar diberikan kesempatan  untuk sosialisasi narkoba

- Rekomendasi ini akan dimasukkan kedalam program kerja instansi

- Rekomendasi dari gubernur untuk penggunaan dana agar menganggarkan secara khusus untuk msalah narkoba

 

Provinsi Papua yang terdiri dari 28 kabupaten dan 1 kotamadya, merupakan daerah yang berpotensi dan rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba apalagi berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini (PNG). Berdasarkan hasil penelitian Puslitkes Universitas Indonesia dan BNN, pada tahun 2015, Papua berada pada prevalensi 1,21 % atau peringkat ke 34 di Indonesia untuk angka penyalahgunaan Narkoba. BNNP Papua, melalui bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada hari Senin, 10 April 2017, melaksanakan kegiatan Rapat Kerja dalam rangka Pemetaan Kawasan Rawan dan Sinergitas Pemberdayaan Alternatif bertempat di Hotel Grand Abe Jayapura, yang dihadiri oleh 30 orang peserta perwakilan dari BNNP Papua, Ditresnarkoba Polda Papua, Dinas Sosial Provinsi Papua, Disdikpora Provinsi Papua, Balai Latihan Kerja Provinsi Papua, Polres Jayapura Kota, Polsek Jayapura Selatan, Bank Rakyat Indonesia Perwakilan Papua, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Papua, Distrik Jayapura Selatan, Kepala Kelurahan Argapura, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda, Wanita dan LSM.

Kepala BNNP Papua, Drs. Bambang Budi Santoso hadir dalam kegiatan raker tersebut sekaligus memberikan pengarahan mengenai bahaya narkoba dan permasalahannya serta harapan yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Kepala BNNP Papua menyampaikan mengenai kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. "yang dibutuhkan saat ini dalam pemberantasan narkoba adalah komitmen, jangan hanya teori namun praktek harus benar-benar terealisasi. Bapak dan ibu pengambil kebijakan dukung dengan kebijakan terkait upaya P4GN. Oleh karena itu BNNP Papua sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen terkait seperti Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D), Babinsa, Babinkantibmas, Dinas Provinsi dan Kota serta komponen/tokoh masyarakat lainnya untuk bergerak bersama BNNP Papua agar dapat secara sinergis membasmi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Provinsi Papua", ujar Kepala BNNP Papua pada kegiatan tersebut. Adapun dari Ditresnarkoba Polda Papua, AKBP. Rochmad Amsori, SIK memberikan materi terkait peta kerawanan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Papua. Acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Papua Kasman, S.Pd, M.Pd.

Dalam rapat kerja tersebut diperoleh hasil diantaranya kegiatan selanjutnya ditetapkan di kelurahan argapura (kampung vietnam), calon peserta diprioritaskan kepada mantan pengguna narkoba yang telah putus sekolah, setelah itu akan diberikan pelatihan dan bantuan usaha oleh pihak terkait.

Alamat :

Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua

Jalan Diponegoro No. 63 Jayapura - Papua

Telp. 0967 - 537214

Fax. 0967 - 537215

Nomor Pengaduan : 0811 4898 000