wrapper

Senin, 18 Desember 2017

Berita

BNN Minta Maskapai tak Lalai

Persoalan narkoba yang menerpa oknum awak pesawat beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius BNN dan para stake holder yang terkait dengan dunia penerbangan, termasuk pihak maskapai. Terkait persoalan ini, BNN meminta maskapa untuk tidak lalai dan berharap agar tidak ada lagi masalah penyalahgunaan narkoba di dunia penerbangan.

Sebagai salah satu langkah nyata, BNN mengundang Dir Ops Maskapai untuk duduk bersama membahas upaya penanggulangan narkoba dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Advokasi P4GN, di Jakarta, Jumat (8/1).

Kepala BNN, Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas menegaskan bahwa masalah narkoba ini harus jadi perhatian besar oleh maskapai penerbangan di Indonesia. Ia menegaskan, kasus penyalahgunaan narkoba oleh oknum awak pesawat bisa membayakan orang lain.

?Ke depan ini tak boleh terjadi lagi, kami juga banyak mendapat keluhan soal keamanan terbang, kita berharap jangan sampai dunia internasional menilai penerbangan di negeri ini tidak aman?, tegas Buwas di hadapan para peserta rakor. 

Buwas juga mengingatkan bahwa masalah penyalahgunaan narkoba itu bukan hanya tanggung jawab BNN semata, namun seluruh sektor harus berperan sesuai dengan kapasitasnya, termasuk pihak maskapai yang ada di republik ini.

Karena itulah, ia meminta agar pihak maskapai jangan sampai lalai dalam hal pengawasan terhadap awaknya. Perlu menjadi perhatian juga, bahwa ketika off terbang, ada tempat-tempat tertentu yang dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Karena itulah Ia menghimbau agar maskapai membuat SOP yang lebih ketat.

?Yang pasti, SOP itu jangan hanya tertulis di atas kertas, namun ada implementasi yang jelas, artinya ada langkah pengawasan yang sangat ketat?, imbuh Kepala BNN.

Ketika disinggung mengenai kasus penyalahgunaan narkoba oleh oknum maskapai, Kepala BNN mengaku sedih atau prihatin dengan hal tersebut. Karena itulah, pihak BNN memerintahkan pada seluruh jajarannya untuk mengambil langkah tegas.

 ?Yang menolak akan berhadapan dengan BNN, perlu dicatat bahwa soal narkoba itu adalah masalah kemanusiaan, jika dibiarkan pengaruh narkoba akan membahayakan perilaku manusia?, tandas Jenderal bintang tiga ini.

Mengenai langkah tegas yang diserukan BNN, Buwas menilai itu bukan untuk mencari sensasi atau kepentingan bisnis apapun, karena langkah itu hanya semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara.

Langkah tegas penanggulangan narkoba di dunia penerbangan pun tak hanya terbatas di pusat, karena Kepala BNN telah meminta agar seluruh BNNP yang di daerahnya terdapat bandara untuk melakukan langkah-langkah tegas dan  efektif.

Baca selengkapnya...

Kerjasama BNN dan Kepolisian Australia Ungkap Penyelundupan 60 Kg Sabu

Pihak kepolisian Australia memberikan apresiasi atas kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dalam pengungkapan penyelundupan sabu sebanyak 60 kg. Sabu tersebut diketahui diimpor dari Indonesia menuju Adelaide, Australia Selatan. Dalam kasus ini seorang pria berusia 43 tahun diamankan aparat setempat atas dugaan penyelundupan barang haram tersebut.

Pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan antara Australia Federal Police (AFP), Australia Border Force (ABF), dan South Australia Police (SAPOL). Berawal dari data intilijen pihak Australia yang mencurigai pengiriman barang dengan tujuan Adelaide. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian Australia, mendapati bahwa isi barang kiriman tersebut adalah Narkotika jenis sabu.  Menindaklanjuti hal tersebut Polisi  setempat melakukan controlled delivery, dan mengamankan seorang pria anggota dari asosiasi Gang Motor Hells Angels Outlaw yang diketahui mengambil kiriman tersebut di daerah pemukiman Flinders Park.

Berdasarkan hasil penggeledahan petugas bergerak ke Royal Park yang merupakan tempat penyimpanan dari berbagai jenis Narkotika milik tersangka. Selain 60 kg sabu yang diimpor dari Indonesia tersebut, petugas juga menemukan 10 kg ganja, berbagai jenis bahan kimia, dan perlengkapan kitchen lab.

Manager AFP Negara Bagian Australia Selatan, Komandan Peter Sykora mengatakan pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan dengan sangat baik berkat kerjasama antara AFP, ABF, aparat setempat, dan mitra skala internasional seperti BNN RI.

Pejabat ABF, Asisten Komisaris Investigasi David Nockels mengatakan bahwa ABF bekerja sama dengan AFP, Polisi Australia Selatan dan BNN untuk terus melakukan pengembangan serta membuat target selanjutnya terkait dengan siapa yang melakukan pengiriman barang tersebut dalam kasus ini.

"Penangkapan dan penyitaan dalam jumlah yang signifikan dari bahan narkotika ini menunjukkan pendekatan nilai intelijen antar negara dalam menentukan target sasaran dalam kegiatan ilegal di perbatasan," ungkap Penjabat Asisten Komisaris Nockels.

B/BRP-4/I/2016/HUMAS

Baca selengkapnya...

MENATA KAMPUNG KUBUR AGAR NARKOBA TAK SUBUR

Persoalan Narkoba di Kampung Kubur sudah dikenal sejak tahun 70-an. Sejak saat itu, Narkoba mulai menjamur di kawasan tersebut. Fakta tentang masalah Narkoba sungguh mencengangkan. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, kampung ini memiliki puluhan jalan tikus sehingga sulit sekali untuk diberantas. Meski demikian, BNNP Sumatera Utara tegas melakukan upaya pemberantasan di kampung ini agar Narkoba bisa diminimalisir.

Sebagai upaya konkret untuk menanggulangi Narkoba di kawasan tersebut, BNNP Sumatera Utara melakukan operasi represif pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (9-10/1/2016).

Di tempat yang rawan Narkoba ini, petugas gabungan yang terdiri dari BNNP Sumatera Utara, Polresta Medan, dan Kodim 0201, melakukan razia dan juga tes urine pada warga. Hasilnya 20 orang kedapatan positif Narkoba. Selain itu, petugas juga berhasil menyita 800 butir ekstasi, 12 gram sabu, 100 gram ganja, bong, dan jarum suntik. Bukan hanya itu, petugas juga menyita 23 unit mesin judi jackpot dan enam unit kendaraan roda dua tanpa dokumen lengkap.

Menurut Andi Loedianto, upaya represif tidaklah cukup karena itu perlu upaya pemberdayaan agar Narkoba di Kampung Kubur tak lagi subur. Karena itulah, dalam upaya menciptakan lingkungan ini agar bersih dari penyalahgunaan Narkoba, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

·         Membuat 4 pos.

·         Melakukan patroli 1x24 jam.

·         Melakukan pencegahan melalui sosialisasi Narkoba.

·         Membuat forum kerukunan beragama dengan cara pelaksanaan pembinaan sesuai dengan agama masing-masing.

·         Melaksanakan tes urine secara berkala.

·         Memasang spanduk anti Narkoba.

·         Mengajak Muspida untuk meninjau Kampung Kubur guna penanganan lebih lanjut agar Kampung Kubur menjadi kampung yang sejahtera.

Melalui kegiatan ini, BNNP Sumatera Utara meminta agar masyarakat juga turut berpartisipasi dan menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi keluarganya dari jeratan Narkoba. Masyarakat juga dihimbau untuk peduli tentang upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). (BK)

Baca selengkapnya...

Alamat :

Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua

Jalan Diponegoro No. 63 Jayapura - Papua

Telp. 0967 - 537214

Fax. 0967 - 537215

Nomor Pengaduan : 0811 4898 000